Search

Why does Society Suck?

Bingung. Aku bingung banget hari ini mau nulis apa. Ya udah deh, aku nulis tentang "bingung" aja ya.

"Kenapa sih seseorang itu bisa bingung?"

Menurut KBBI, definisi bingung adalah.
bingung:
bi·ngung a 1 hilang akal (tidak tahu yg harus dilakukan): ia -- ketika disuruh menceritakan pengalamannya; 2 tidak tahu arah (mana barat mana timur dsb); tidak tahu jalan: ketika sampai di Pasar Senen, saya menjadi -- dan tidak tahu ke mana jalan ke Gambir; 3 gugup tidak keruan: ketika tersiar berita bahwa musuh mulai menyerang, penduduk menjadi --; 4 bodoh; tolol: yg -- makanan yg cerdik, yg tidur makanan yg jaga; 5 (merasa) kurang jelas (tt sesuatu); kurang mengerti: saya sebenarnya -- , yg mana kakaknya;
-- tak dapat diajar, cerdik tak dapat diikuti, pb berlagak pandai (tidak mau mendengarkan nasihat orang);
Intinya adalah bingung itu bisa: hilang akal (tidak tahu yang harus dilakukan), tidak tahu arah atau jalan, gugup tidak keruan, bodoh, merasa kurang jelas atau mengerti.

Btw, ini KBBI banget, ya? Lol. Oke, Pemirsa yang Budiman, maafkan kebingungan saya ini. Saat ini saya masuk ke definisi bingung yang pertama, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Lalu, kenapa juga orang-orang mesti merasa bingung? Apakah ketika kita melakukan suatu hal itu harus sesuai dengan "standar masyarakat" sehingga tidak dicap aneh? Apakah kita harus selalu memenuhi "harapan sosial" agar bisa diterima? Jujur, aku muak dengan semua itu.

Aku muak dengan orang-orang yang melakukan bodyshaming ke temannya sendiri hanya karena si teman itu tidak memiliki fisik yang bisa dikatakan "good looking" sesuai standar masyarakat.

Katanya, perempuan cantik itu berarti putih, tinggi, mulus, kulit halus bersih tanpa jerawat, bibir kemerahan, senyum manis tak terelakkan. Atau, perempuan cantik itu yang kayak barbie? Aku pribadi nggak terlalu suka barbie sih. Barbie itu agak serem, hehe. Ya itu sih pendapat aku.

Bahkan, dalam banyak kasus, perempuan rela menghalalkan segala cara demi menuai pujian "cantik" dari masyarakat.

Rasanya tuh mau ngomong begini di depan cewek-cewek itu.


Sebenarnya, di dunia ini seakan ada standar tak kasatmata di masyarakat. Barangkali itu adat, nilai, normal, dsb. Terus, siapa yang sudah menetapkan standar tak kasatmata itu? Lantas, kenapa orang-orang kayaknya ribet banget agar apa yang mereka lakukan sesuai dengan standar tak kasatmata –yang entah siapa yang membuatnya– ini?

Jadi, apa yang benar-benar bisa kita jadikan "pegangan" saat bingung dalam menentukan banyak hal dalam hidup? Society, dan setan-setannya? Atau, apa?

Aku tahu kita memang makhluk sosial dan bagaimana kita menjalani hidup tergantung dari dunia sosial di mana kita berada. Itu berarti kita tidak bisa terlepas dari budaya, adat, nilai, dan norma yang ada di masyarakat tersebut. Dan, yang aku tidak suka adalah, ketika ada orang diberikan fisik yang menurutnya "biasa aja", terus dia nyalah-nyalahin Tuhan karena diciptakan seperti itu? Terus, orang-orang sekitarnya makin bikin dia berpikir bahwa hidup itu nggak adil dengan melakukan bodyshaming padanya.

Di sini aku makin ngerti, kenapa dari definisi bingung bisa sampai ke pembahasan tentang standar masyarakat ini?

Ya, begitulah. Orang-orang sering merasa bingung, apakah sesuatu yang dilakukannya sudah sesuai dengan standar masyarakat atau belum? Tbh, tidak ada yang salah ketika kamu punya standar yang tidak sama dengan standar masyarakat. Sama juga ketika masyarakat tidak harus punya standar yang sama dengan yang kamu punya.

Semuanya tentang pilihan.

Ini hidupmu. Kamu yang menjalaninya. Kamu yang nanti bertanggung jawab atas hidupmu. Kamu juga bertanggung jawab atas perilakumu terhadap sesamamu. Jadi, hormatilah perbedaan pandangan yang ada jika apa yang kamu pandang tidak sama dengan cara orang lain memandang. Sebab, menghormati tidak sama dengan menyetujui. Kamu menghormati bukan berarti kamu setuju.

Dan, Untuk Para Wanita... Percayalah, kamu sudah diciptakan cantik. Cantik versi Tuhan untukmu. Kamu itu mahakarya Tuhan yang paling indah untuk orang-orang yang menyayangimu. Bukankah Tuhan sudah mengatakan bahwa Dia menciptakan manusia dengan sebaik-baik keadaan? Apa yang kamu (bahkan seluruh manusia) pandang baik untukmu belum tentu itu benar-benar yang terbaik, kan? Dan sebaliknya, apa yang kamu (bahkan seluruh manusia) pandang buruk untukmu belum tentu itu benar-benar buruk, kan?

Semuanya hanya tentang bagaimana persepsimu, bagaimana kamu memandang.

Selamat menemukan kebahagiaan versi dirimu sendiri!

Salam hangat.

Pamulang, 20 Desember 2017
17:38

Dinda Aulia Putri

Pict: Pinterest
#6

0 comments:

Post a Comment