Search

Showing posts with label Quran. Show all posts
Showing posts with label Quran. Show all posts

Ngaji di Kediaman Eyang Habibie dan Ainun

Gue mau cerita pengalaman seru hari ini. Singkat aja ceritanya kok. Tadi abis beberes kosan, saat lagi di mode paling nikmat dari rebahan, temen gue ada yang nawarin: mau ikut nggak khataman di rumah Almarhum Eyang Habibie.

Karena gue ngefans banget sama Eyang, yaudah gue iyain. Pengen ngeliat langsung juga kediaman beliau, walaupun beliau udah nggak ada. Sedihnyaa. Eyang, semoga Allah izinin aku ketemu Eyang di surga. Ya Allah, plis ya?

Oke singkat cerita, sampai di rumah Eyang, kita baca juz masing-masing sesuai yang udah disepakati. Abis itu shalat jamaah, ngaji lagi bareng-bareng, terus dengerin kayak sambutan dari temen-temen Almarhum Eyang.


Oh iya, hari ini malam ke-39 dari kematian Eyang. Kata Mas Ilham, anaknya Eyang, Eyang diambil nyawanya pas ba'da maghrib. Nah, saat itu di rumah Eyang banyaaaak banget yang dateng (tapi kalo dari kampus sih kayaknya malam 39 ini khusus PTIQ-IIQ deh, hehe). Rumahnya kan luas banget ya, yang hadir itu sampe tumpah ke luar pagar rumah beliau. Terus juga, ternyata.... apa sih dibilangnya, tahlilan ya? Nah iya itu. Tahlilan di rumah Eyang berlangsung setiap hari selama 40 hari sejak kematian beliau.

Di situ aku ngebatin.... YA ALLAHH, didoain terus-terusan sama lebih dari 40 orang selama 40 hari plus hari-hari lainnya. Ya Allah, sukses dunia akhirat banget beliau. Dan yang doain juga dari berbagai kalangan, dari orang biasa kayak gue sampe ada ulama-ulama yang bacaan qurannya bagus, suaranya merdu, dan hafalannya juga lancar😭. Ya Allah, aku iri. Iri seiri-irinya orang yang iri.

Detik itu juga, aku bertekad untuk merencanakan kematian impianku.

Karena apa?

Jangan cuma mabok dan insecure sama finplan dkk aja, tapi kalo tiba-tiba mati blas kaget nggak bawa "bekal" apa-apa.

Note:
Sebenarnya pikiranku sangat bercabang saat mau datang ke sana. Aku punya banyak pertanyaan tentang Eyang Ainun. Aku sangat berharap bisa paling nggak ngelihat koleksi buku beliau-beliau di perpustakaan, tapi ternyata kondisi sangat tidak memungkinkan untuk bisa ke sana.

Tapi alhamdulillah, tanpa ke perpustakaannya pun, aku berhasil mendapat apa yang aku cari.

Pas pulang di dekat pintu keluar yang ada foto Eyang Ainun, rasanya aku mau menyapa foto itu dan bilang,
"Eyang, terima kasih. Sekarang aku sudah tau jawabannya," sambil tersenyum.


Cirendeu, 20 Oktober 2019

Dinda

Yang Terpenting dari Al-Quran


"Kak, yang terpenting dari Al-Quran itu DIAMALKAN," kata Bapak siang itu saat mengendarai mobil yang melaju di jalan tol.

Kalimat itu mungkin terkesan biasa. Tapi tidak bagiku, dan bagi orang-orang yang tiap harinya berkutat dengan Al-Qur'an. Aku seketika menghentikan bacaanku. Diam cukup lama. Merasa tertohok tepat di ulu hati adalah hal yang tidak bisa dihindari. 

Rasanya.... berat. Dosa dan alpa yang kerap dilakukan seakan bermetamorfosis menjadi beban berat yang menduduki pundak.

Berapa kali rasanya tiap azan berkumandang tapi telinga seakan tak mendengar, tetap asyik scroll timeline linimasa.
Berapa kali rasanya memberi “keringanan” pada diri sendiri saat di perjalanan untuk menunda waktu shalat.
Berapa kali rasanya lebih sering mengeluh daripada berdoa.
Berapa kali lupa akan dosa menghibahi saudara yang bagai memakan daging bangkai yang menjijikkan.
Berapa kali aku lupa. Atau, pura-pura lupa?

Benar, Pak, yang terpenting dari Al-Qur'an adalah pengamalan. Di mana para sahabat menahan untuk menambah hafalan maupun pemahaman mereka -radhiyallahu 'anhum- tiap 10 ayat, sampai mereka bisa mengamalkan seluruh ayat itu, barulah mereka akan menambah hafalannya.

Kita (mungkin) terlalu bersemangat menuntut ilmu, sampai lupa bahwa ilmu akan menuntut kita jika ia dibiarkan tanpa pengamalan.


Terima kasih untuk renungannya, Pak.

Cirendeu, 22 Maret 2018
23:36

Dinda Aulia Putri

Pict: dokumentasi pribadi

Flashback Paling Indah


"Menurut lu, kalau ada orang yang pernah hafal Quran terus dia lupa, kira-kira dia mau ngafal ngulang nggak?" tanya Abangku memulai percakapan tadi pagi. Kami memang ngobrol menggunakan "gua-lu", hehe. Maklumi ya, Pemirsa.

"Mau dong," ujarku singkat.

"Itulah bedanya. Gua main COC, level udah tinggi terus tiba-tiba akunnya kehapus. Fix, langsung gua uninstall," jelasnya.

"Gilang juga di LS pangkat udah tinggi terus kebanned, langsung pensi dia mainnya," jelasku sambil tidak bisa menahan tawa. By the way, Gilang itu nama adikku, dan pensi itu artinya udah nggak mainin suatu game lagi.

Percakapan seperti ini sering terjadi antara aku dan saudara-saudaraku yang memang semuanya laki-laki. Aku perempuan sendiri, hehe. Dan, mereka gamers semua.

"Itulah bedanya. Orang yang menghafal Alquran pasti mau mengulangi hafalannya lagi. Sedangkan selain Alquran, seakan kehilangan "hasrat" ngulanginnya itu." Kata si Abang.

Ya, pernyataannya benar. Walau mungkin ada beberapa yang nggak setuju. Sebab di beberapa kasus, banyak gamer yang mulai main game yang sama lagi setelah sekian lama, atau istilah lainnya vakum.

Aku pribadi menyamakannya dengan membaca novel. Baca novel yang sama dua kali, itu ibarat balikan sama mantan, hehehe. Udah tahu ending-nya kayak gimana. Nggak seru. Eh, aku nggak punya mantan lho, ya. Aku nggak main pacar-pacaran. Heu, jadi salah fokus kan :")

Nah, begitulah. Kalau Alquran, kita baca berulang kali (tentunya baca ulang artinya juga), pasti adaaaa aja hal baru yang didapatkan. Serasa dapat ilham gitu. Itu juga kalau kita benar-benar mau menggunakan akal sesuai yang diperintahkan Allah dalam kitab-Nya.

لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
"Tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal." [Ali-Imran: 190]

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
"Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)." [Ali-Imran: 13]

أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
"Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" [Al-An'am: 50]

أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Tidakkah kamu mengerti?" [Al-Baqarah: 44]
Dan masih banyak ayat-ayat lainnya.

Ah, jadi ingat perkataan Ustadzku tentang Alquran yang mulia dan memuliakan.
Selembar kertas menjadi mulia, jika yang dituliskan di atasnya ayat-ayat Alquran. Buktinya kalian tidak akan mau menginjaknya, kan?
Kulit kambing menjadi mulia, jika yang diukir ayat-ayat Alquran. Beda kan kalau ia dijadikan jok motor?
Nabi Muhammad saw. menjadi mulia karena kepadanya diwahyukan Alquran.
Kota Mekkah dan Madinah menjadi mulia, karena di sana diturunkan Alquran.
Bulan Ramadhan menjadi mulia karena pada saat itu diturunkan Alquran.
Lailatul qadr menjadi malam paling mulia karena itu waktu khusus diturunkan Alquran.
Umat Islam menjadi mulia karena Allah berikan petunjuk berupa Alquran.
Lalu sekarang pikirkan bagaimana kiranya Allah akan memuliakan manusia yang di dalam dadanya ada Alquran? Kemudian, ia mengamalkannya dan mengajarkannya ke orang lain?

Imam Bukhari mencatat dalam Shahih-nya.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya."

Ya Allah, jadikanlah kami dan anak keturunan kami termasuk Ahlul Quran.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surga bersama Alquran.

Aamiin ya Allah.

Pamulang, 18 Desember 2017
22:40

Dinda Aulia Putri

#4

Opening: How I Start to Memorize The Holy Quran?

Assalamualaikum :)

Note: foto ini aku ambil waktu ikut 
dauroh di Lembang, Bandung. 
No google pict ya :)

Bismillah...

Kadang ada beberapa teman lamaku yang tiba-tiba chat buat minta aku jelasin suatu hal. Karena ini udah ke sekian kali, aku rasa nggak ada salahnya aku share jawabanku di sini aja, supaya kalau ada yang nanya lagi tinggal aku kasih link blog ini, hehe.

Yang mereka tanyakan itu kurang lebih,

"Dinda, orang kayak aku bisa ngehafal Alquran gak ya?"
"Din, aku lagi pengen banget ngafal Alquran. Bagaimana sih cara menghafal kamu?"
"Apa metode yang kamu pake?"
"Kamu biasanya menghafal itu di waktu apa? Pagi, siang, sore, atau malam?"


Honestly, aku pernah tulis semua pengalaman menghafal aku di satu file. Karena aku mau share lagi tulisan itu entah mau nerbitin buku #eaaa. Hahahaha. Atau nulis trit di kaskus (Yuhuu~ adakah kaskuser yang baca ini?), atau di manapun deh yang penting mau aku share (suatu hari nanti) hehehe. Tapi semua itu berubah sejak Luffy memutuskan untuk jadi petani #BodoDinBodo #Garink wkwkwk. Yeaaa, keinginan itu hampir hilang karena hampir seluruh isi filenya ke-delete dan nggak ada back-up-annyaa 😭😭😭. Itu nyesek banget asli. Nyesek bin kzl kzl kzl. Ceritanya "kzl"-nya kembar tiga #lol. Then, rasanya jadi males bikin lagi. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, masih ada file yang tersisa walaupun sedikit. Nah, file itulah yang ingin aku share di sini. Ada catatan juga buat semua yang baca tulisanku ini, bahwa hafalanku juga masih ancur banget, hehe. Serius deh. Banyak yang lupa karena jarang dimuraja'ah. Karena berjuang sendirian benar-benar melelahkan! #JanganSalfok hehe. Butuh teman banget. Butuh teman hidup tapi masih kecil, hehehe. So, intinya aku cuma mau sharing, aku pun masih berproses. Sebab kalau kita harus sempurna dulu untuk bisa berbagi, maka nggak akan ada yang pantas berbagi di dunia ini.

On the other hand, mohon maaf banget ya gais, isi blog ini tuh belum konsisten banget. Tergantung mood mau pake gue-lo atau aku-kamu. Sebab tulisan waktu itu pakenya gue-lo, jadi sekarang pun I prefer to use gue-lo's style, haha. Mungkin belum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, tapi ibaratnya ini tuh muqaddimahnya dulu. Yaela, pake muqaddimah segala ye?! Bodo ah, serah gue dong mau nulis apa, blog ini weh punya gue! Wlee :p #MulaiGakJelas wkwk.

And finally, you got nothing here! Because I would like to share them on my next post, hehehe. Okay, see you next time! Insha Allah :)

Pamulang, 2 Agustus 2017
06.07


Dinda A. Putri