Search

Menulis Keabadian


"Hidup hanya sekali. Hiduplah yang berarti!"

Begitulah bunyi nasihat salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Kita diberi kesempatan hidup ini hanya satu kali, jika yang satu-satunya itu disia-siakan, mau kapan lagi?

Bicara tentang hidup maka kita bicara juga tentang waktu. Sebab kita hidup berada di antara ruang dan waktu. Keduanya satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Aku yakin semua pasti setuju kalau waktu kita begitu berharga. Sehingga pernah ada yang mengatakan bahwa waktu adalah kado terbaik. Saat seseorang memberikan waktunya, dia telah memberikan sebagian dari hidupnya yang tidak mungkin kembali. Maka hargailah, siapapun itu yang telah memberikan waktunya untukmu.

Imam Syafi'i pernah bilang, "Jikalau Al-Qur'an hanya memiliki surah Al-Ashr, itu sudah cukup untuk menjadi pegangan bagi umat manusia."
Allah bersumpah dengan waktu, dan mengatakan di surah itu, manusia -semuanya- merugi kecuali mereka yang beriman, beramal shaleh, saling menasihati untuk menaati kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. Dan, siapa yang tidak disibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat, pastilah disibukkan dengan sesuatu yang sia-sia.

Aku percaya bahwa manusia itu tidak mati. Tidak peduli jasadnya telah hancur dihimpit bumi. Caranya? Menulislah. Menulislah, maka kamu akan abadi.

Apa jadinya jika Imam Bukhari tidak menulis? Mungkin saat ini kita makin dipusingkan mana yang sebenarnya hadis Nabi dan mana yang bukan. Sebab terlalu mudah manusia berdusta, demi kenikmatan dan kepentingan sementara.

Apa jadinya Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi, dkk, tidak menulis? Apa jadinya jika HAMKA, Pramoedya, Andrea Hirata, Asma Nadia, dkk, tidak menulis?
Apa mungkin kamu mengenal -paling tidak tahu- mereka?

Ayo, tulis nama kita di panggung sejarah. Jadilah penulis. Serta jadilah pribadi yang namanya layak ditulis. Selamat berkarya!

Btw, kalau kamu sedih terus bisanya cuma nulis galau, ya tulis aja. Trust me, someday it will be worth it. :")


Tangsel, 12-12-17
19:54

Dinda Aulia Putri

0 comments:

Post a Comment