Search
Menulis adalah Tugas Iman
"Ah, aku mah nggak bakat nulis, Din! Aku cuma hobi baca," celoteh seorang teman.
Aku jadi berpikir, benarkah menulis itu bakat? Tapi, Ahmad Fuadi pernah mengatakan kalau menulis itu kebiasaan. Seberapa berbakatnya pun seseorang dalam tulis-menulis, tidak akan ada karya jika ia tidak terbiasa. Intinya, bisa karena terbiasa. Hm, klise memang. Percayalah, hal yang klise ini sulit-sekali diistiqomahkan jika tidak ada niat yang kuat dalam diri.
Kata Imam Syafi'i juga, "Ilmu adalah binatang buruan, dan pena yang menuliskan adalah tali pengikatnya."
Mungkin karena manusia itu kodratnya pelupa, maka diciptakanlah pena.
Awal aku suka menulis sebabnya karena aku ingin bercerita tanpa disela. Ingin "merasa didengarkan" setidaknya oleh diriku sendiri. Saat itu aku percaya, kebanyakan orang ingin mendengarkan hanya karena mereka penasaran, bukan karena peduli. Maka bagiku menulis adalah luapan emosi yang tidak pernah bisa tersalurkan.
Aku pernah ingin sekali membagi tulisan-tulisanku, sampai aku tahu tentang seseorang. Ia menyimpan tulisan yang siap diterbitkannya lamaaaa sekali, katanya takut apa yang dituliskannya menjadi dosa jariyah yang tak terputus hingga hari kiamat.
Aku diam, sekaligus takut. Menatap buku yang disusun di rak-rak toko buku di kotaku. Ketika ribuan penulis berlomba-lomba menerbitkan karyanya, seseorang itu justru takut...
Teringat dengan karya yang dituliskan Hitler & Stalin dan karya yang dituliskan Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Al-Ghazali, Ibnul Qayyim, Ibnu Atha'illah, dkk. Itulah, menulis adalah pertaruhan berupa pilihan. Ia bisa menjelma jadi kebaikan atau keburukan, yang tidak terputus sampai akhir zaman.
Maka aku di sini, meminta siapa pun yang membaca tulisanku. Sekiranya ada yang keliru, tolong beritahu aku, dengan cara yang ma'ruf (baik).
Oh ya, aku ingin menutup tulisan ini dengan tweet dari Ust. Salim, hehehe.
Menulis juga bagian dari tugas iman; sebab makhluq pertama ialah pena, ilmu pertama ialah bahasa, dan ayat pertama berbunyi "Baca!"
Adapun ilmu yang diajarkan pada Adam & membuatnya unggul atas malaikat nan lalu bersujud adalah bahasa; kosa kata. (QS 2: 31)
Muhammad hadir bukan dengan mu’jizat yang membelalakkan; dia datang dengan kata-kata yang menukik-menghunjam, disebut ‘Bacaan’. Itulah, Al-Quran❤
Tangsel, 11 Desember 2017
20:51
Dinda Aulia Putri
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


0 comments:
Post a Comment