Malam ini gue mau jawab lagi pertanyaan dari akun ask.fm gue. Sorry ya pake "gue" soalnya biar nggak timpang di akhir, wkwk. Btw, menurut gue sih ini penting. Dan, sebagai catatan untuk diri gue sendiri juga.
Question:
"bagaimana tanggapan kamu tentang banyaknya cewe berjilbab namun sebenarnya masih suka mesum sama pacarnya?"
My Answer:
Gue jadi ingat dosen fiqih, Ibu Ummi. Beliau itu bergelar profesor di bidang fiqih. Perempuan lagi. Masya Allah. Kece abis!
Waktu itu kami lagi bahas thaharah (bersuci). Thaharah ini kunci syarat sahnya shalat. Jadi nggak bisa asal-asalan. Pantes banget pernah ada hadis begini.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari pipis. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas pipis tersebut.” Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni.
Diriwayatkan pula oleh Al Hakim, “Kebanyakan siksa kubur gara-gara (bekas) pipis.” Sanad hadits ini shahih.
Intinya, siksa kubur kebanyakan berasal dari bekas pipis. Kenapa disiksa? Ya karena kalau dia mau shalat terus dalam keadaan belum suci, ya nggak sah dong shalatnya. Sedangkan shalat itu wajib, tiang agama. Kudu-mesti-harus dilakuin walaupun kita dalam keadaan sekarat. Selama hayat masih dikandung badan, shalat tetap wajib bagi seorang muslim.
Terus, Allah bilang di Alquran, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Itu jaminan dari Allah, lho. Masih ada keraguan dari perkataan Allah di hati kita?
Oh ya, untuk masalah wudhu. Gue pernah lihat langsung orang yang wudhu-nya masih asal-asalan. Ada yang nggak membasuh air sampai ke siku karena ribet gulung lengan bajunya yang panjang (terutama cewek), dan ada yang ngusap wajahnya sekedarnya gitu karena takut make up-nya luntur (cewek lagi). Heloow, guys! Ini mau ketemu Allah, lho. Masa lebih mentingin penampilan di depan makhluk sih dibanding Pencipta kita?
Oke, back to the question. Kenapa banyak cewek berjilbab namun sebenarnya masih suka mesum sama pacarnya?
Jawabannya simpel. Periksa thaharahnya, terutama wudhu sebelum shalat, dan shalat itu sendiri. Kalau shalat kita sudah benar (sesuai syarat yang Allah mau) insya Allah itu udah cukup untuk mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Nggak akan mau deh diajak mesum sama pacar. Hm, mungkin nggak akan mau pacaran juga kali ya.
Btw, tentang pacaran. Orang yang nggak pacaran dengan alasan agama sih biasanya bilang, kalau pacaran itu zina. Zina mata, zina telinga, zina hati, dll. Zina lah pokoknya. Terus, ada orang yang pacaran berargumen, "Emang orang yang nggak pacaran nggak bakalan zina apa? Nggak suka cuci mata ngeliatin foto doi (zina mata)? Nggak suka mikirin doi (zina hati)? Nggak suka telponan sama doi (zina telinga)? Suka, kan? Udahlah nggak usah sok suci. Hahaha.
Begitu. Gue pernah baca statement kayak gitu, wkwkwk. Dan, gue udah punya jawaban yang super nonjok dari Aufar, dia anak TI UI. Gue langsung copas aja ya jawabannya di sini.
Makanya menurut gue kalo lo sayang dan lo suka, gausah pacaran. Lo sahabatan atau deketlah apalah, tapi jangan statusnya pacaran. Why? karena status tuh ngaruh di psikologis lo. Kalo status lo berdua pacaran, believe me lo kalo mau rangkulan pelukan dkk dst rada ga takut "ah kan pacaran ini wajar." tapi kalo lo gaada status, sedeket2nya lo paling verbal/lisan doang kan ngobrol, lo mau zina fisik pasti segan atau malu krn lo gaada status. Islam gak ngelarang orang saling mencintai. Sebenernya Taaruf itu de facto nya sama aja, cuma bedanya beneran diniatin buat nikah, minta izin buat ngedeketin sama keluarganya, dan lo gak berduaan sama dia.
Dan lagi menurut pendapat gue, kenapa sih lo masih muda aja seolah2 hidup lo urusanya cinta doang? kayak hidup lo sia2 bgt dihabiskan buat urusan cinta doang? dunia tuh luas, amazing, cari pengalaman sana-sini. Daripada lo sia2in tenaga dan waktu lo buat hal yang emosi anak muda aja belom bisa handle, mending lo kembangin diri lo sebagus2nya. Ntar kl udah gede tinggal deketin nikah deh simple kan.Orang seumuran kita darahnya masih panas menggebu2, termasuk gue. There is a thin line between love and lust, dan unfortunately kita masih belom cukup dewasa untuk ngebedain itu
Jleb abis. Itulah. Pacaran ngaruh ke psikologis kita sebagai remaja. So, nggak usah pacaran! Tenang, jodoh nggak akan ke mana kok. Semoga kata-kata penutup ini bikin hati tenang.
Ya Allah, bimbing kami untuk selalu memperbaiki shalat kami, agar Kau jaga kami dari perbuatan keji. Aamiin.
Salam hangat,
Bekasi, 30 Desember 2017
00:30
Dinda Aulia Putri
#15
Search
Masih Suka Shalat Terus Maksiat Jalan? Baca Ini!
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


0 comments:
Post a Comment