Search

Dakwah adalah Seni


Dakwah itu bukan hanya sekedar menyampaikan, tetapi juga mengajak dan memanggil.
Bukan menjudge, membully, apalagi menyombongkan diri.

Dakwah, tak butuh teriakan itu halal atau haram.
Dakwah, tak butuh menelanjangi ia buruk atau mereka pendosa.
Dakwah, kita harus melihat siapa mereka, mengajak dengan cara mereka, menasihati tanpa menggurui mereka.

Karena sejatinya, dakwah adalah seni menyampaikan nilai-nilai ilahiyah.
.

Itulah kurang lebih sepenggal kalimat yang disampaikan dosen filsafatku, ketika ditanya tentang banyaknya orang Islam yang sangat mudah judging atau bullying saudara-saudaranya.

Aku pernah baca, Rasulullah itu kalau dakwah selalu memakai bahasa kaumnya, agar lebih mudah diterima. Karena bangsa Arab itu punya banyak kabilah yang mana setiap kabilah itu bisa agak berbeda bahasanya. Sama juga kayak kita saat ini, merangkul anak muda itu ya dengan bahasa mereka.

Semalam. Aku baca di Line "perang" antara Kpopers dan seorang pendakwah. Dan, banyak komentar netizen yang tidak pantas, menurut aku.

Yang paling parah aku pernah dengar yang begini,
"Bagus lah, makin sedikit 'orang-orang plastik' di dunia ini."

Ada juga,
"Bunuh diri pasti masuk neraka. Jahannam tempatnya!"
"Ngapain sih ngefans sama orang kafir?! Kan, kita dikumpulin nanti di akhirat sama orang-orang yang kita idolakan."

I see. Aku ngerti. Ada hadisnya juga bagi siapa yang bunuh diri (misalkan dengan terjun dari tempat yang tinggi), maka di akhirat dia akan terjun terus sampai waktu yang dikehendaki Allah. Begitu terus dia disiksa.

Aku juga tahu hadis dari Anas bin Malik, "Seseorang akan dikumpulkan (di akhirat) bersama dengan yang dicintainya...."
Tapi, menurutku, orang ngefans sama seseorang/sesuatu itu nggak berarti dia melupakan agama kok. Ya menurutku nggak masalah asal nggak berlebihan. Diambil yang baiknya dan tinggalin yang buruknya. Sedikit cerita, aku juga pernah ngefans sama orang luar. Dia nasionalismenya bagus banget. Itu justru bikin aku bisa lebih cinta Indonesia. Dia cinta negaranya, aku juga harus cinta negaraku. Dia membuat karya untuk negaranya, aku juga harus mempersembahkan karya untuk negaraku, Indonesia. Pelajaran yang real kayak gini menurut aku bisa lebih ngefek daripada belajar PKn berbab-bab yang ngebosenin tapi nggak membangkitkan rasa cinta tanah air, yang ada muak, hehehe.

Oh ya, pernah dengar juga, kan?
Ada wanita pelacur yang bisa masuk surga karena ia memberi minum anjing yang kehausan.
Ada seseorang yang sudah membunuh 100 orang, tetapi taubatnya diterima Allah.

Sekali lagi, surga dan neraka seseorang itu hak prerogatif Allah. Kita nggak berhak menilai seseorang "Dia ahli neraka!" atau "Dia calon penghuni surga!" hanya dari apa yang kita lihat.

Jangan hanya karena kita sudah merasa beramal dan beribadah, kita lantas memandang orang lain lebih rendah. Demi Allah, Iblis jauh lebih taat daripada kita. Amal ibadah Iblis jauh lebih banyak daripada kita. Iblis (pernah) dimuliakan Allah lebih dari Allah memuliakan kita.

Aku nggak mau nunjukkin banyak dalil, cukup Surah Al-Baqarah ayat 34 ini saja.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir."

Allah berfirman kepada para malaikat. Allah panggil sekumpulan itu dengan para malaikat. Dan, di sana ada Iblis. Artinya, Iblis pernah dimuliakan Allah setara  dengan para malaikat. Setara. Bahkan, kalau mau bahas ayat lain, Iblis itu dimasukkan ke geng malaikat utama kayak Jibril, Izrail, Israfil, dkk. Malaikat utama. Karena apa? Iblis hamba yang taat. Sepanjang hidupnya Iblis tidak pernah mendurhakai Allah. Dan, karena itu Iblis merasa sombong. Merasa lebih mulia daripada yang lain. Merasa lebih baik dari Adam yang diciptakan Allah dari tanah sehingga tidak mau bersujud tatkala Allah memerintahkannya bersujud kepada Adam.

"Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32)

Jadi intinya....

Ya, dakwah adalah seni.

Di luar planet,
Bekasi, 24 Desember 2017
14:38

Dinda Aulia Putri

Pict: dokumen pribadi
#10

0 comments:

Post a Comment