Search

Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

The Greatest Revolution for Shining


"Jangan mencintai berlebihan. Jangan membenci berlebihan."

Itu adalah pesan yang sangat klasik tapi memang benar adanya. Kadang kita harus "digampar" dengan batu bata kenyataan ketika telinga sudah tidak bisa lagi mendengar nasihat-nasihat baik. Saya tahu, cinta memang bikin bodoh. Tapi terlalu lama berkubang dalam kebodohan juga tidak baik. Itu artinya kita tidak pernah belajar. Ah, saya juga pernah bilang di salah satu puisi saya, "Menasihati orang yang jatuh cinta itu bagai mengenalkan cahaya pada si buta."

By the way, cinta bikin bodoh itu fakta. Karena bagian frontal cortex otak kita yang berfungsi sebagai judgement critical tidak berfungsi atau tertidur tatkala kita jatuh cinta. Ditambah lagi, kekuatan dari endorfine, koktil dopamine, norepinephrine, oxytocin, yang seolah saling bekerja sama membuat kita makin "mabuk" saat jatuh cinta.

Saya jatuh cinta sama orang itu sejak usia saya masih 15 tahun. Sekarang, pada 20 Januari 2018, saya berusia 20 tahun kurang 76 hari. Saya tepat 20 tahun saat 6 April 2018 nanti. Itu artinya, hampir 5 tahun lamanya saya menyiksa batin saya untuk mencintai seseorang yang seharusnya tidak perlu saya cintai.

Saya tidak akan pernah melupakan ini. Tidak akan pernah. Saya juga tidak berencana untuk melupakannya, karena saya sadar, saya sudah membayar dengan mahal pengalaman ini. Saya membayarnya dengan waktu, pikiran, dan uang (terutama kuota) yang tidak sedikit. Biarkan saya sedikit perhitungan akan hal ini :D.

Saya akan membiarkan rasa ini terekam sebagai harta karun paling berharga dalam hidup saya yang menjadikan saya lebih dewasa, bijak, dan keren dari sebelumnya. :)

Dia baik, tapi saya tidak 'cukup baik' untuk dia. I'm just not enough for him. And maybe, never be enough. Mungkin tidak akan pernah cukup jika pada akhirnya Tuhan tidak menakdirkan kami untuk bersama.

Saya sudah memaafkan atas sikap dia yang sangat menyakiti hati saya. Sisi positif saya mengatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud begitu. Ya, saya memaafkannya karena saya mencintai diri saya sendiri. Saya berhak atas kedamaian di hati saya.

Oh ya, saya juga akan berhenti untuk menjadikan studi dan mimpi-mimpi saya sebagai alasan untuk melupakannya. Saya sudah bilang, saya tidak ingin melupakannya! Saya hanya akan menjadikannya sebagai pelajaran hidup tentang rasa sakit paling berharga dalam hidup saya. Kini saya paham, saya hanya perlu fokus melangkah ke depan sambil menikmati hidup dan mensyukurinya!
Oh, it feels like, I will very busy for enjoying myself, Darling! :)

Kenapa saya bilang saya hanya perlu fokus melangkah ke depan? Karena sekarang saya ngerti.
Move on itu... Ibarat kita jatoh dari sepeda terus sakit atau luka, emangnya kita bakal berusaha keras melupakan kejadian itu? Nggak, kan? Yang perlu kita lakukan cuma melanjutkan hidup.

Yang terpenting adalah kita harus membahagiakan diri kita sendiri. Kebahagiaan kita ya tanggung jawab kita sepenuhnya. Mementingkan kebahagiaan diri itu nggak berarti egois kok, di sini kita hanya mengerti mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang tidak. Dalam hidup, ibarat mau mencapai puncak gunung, kadang kita harus merelakan untuk tidak membawa barang-barang yang tidak terlalu penting supaya kita bisa lebih cepat mencapai puncak.

Intinya bagi saya, move on itu bukan melupakan, tapi merelakan. Karena saya yakin, semakin saya ingin melupakan maka saya justru akan semakin ingat. Yang perlu saya lakukan sekarang adalah melanjutkan hidup saya, membahagiakan diri saya sendiri, dan orang-orang yang menyayangi saya. Yang sudah berlalu, biarkan berlalu. Ambil pelajarannya. Allah menceritakan kembali kisah kaum-kaum terdahulu apa karena ingin membahas masa lalu? Nggak, kan? Allah ingin kita mengambil pelajaran darinya. Pelajaran itu tidak selalu didapat dari bangku sekolah atau perguruan tinggi, namun justru dari hal-hal yang kita alami setiap hari. Termasuk dari sakit hati.

Terakhir, untuk kamu! Terima kasih sudah datang ke hidup saya. Kanvas hidup saya masih kosong dari warna-warni percintaan, terima kasih kamu berkenan mewarnainya. Warnanya abstrak menganggumkan, karena saya tahu sejak awal kamu memang tidak berniat memberinya warna. Sekali lagi dengan setulus hati, saya ucapkan terima kasih. 😊

Saya pergi, karena saya memutuskan untuk lebih mencintai diri saya sendiri.

Bekasi, 20 Januari 2018
19:33

Dinda Aulia Putri

Picts: Pinterest

Masih Suka Shalat Terus Maksiat Jalan? Baca Ini!

Malam ini gue mau jawab lagi pertanyaan dari akun ask.fm gue. Sorry ya pake "gue" soalnya biar nggak timpang di akhir, wkwk. Btw, menurut gue sih ini penting. Dan, sebagai catatan untuk diri gue sendiri juga.

Question:
"bagaimana tanggapan kamu tentang banyaknya cewe berjilbab namun sebenarnya masih suka mesum sama pacarnya?"

My Answer:
Gue jadi ingat dosen fiqih, Ibu Ummi. Beliau itu bergelar profesor di bidang fiqih. Perempuan lagi. Masya Allah. Kece abis!

Waktu itu kami lagi bahas thaharah (bersuci). Thaharah ini kunci syarat sahnya shalat. Jadi nggak bisa asal-asalan. Pantes banget pernah ada hadis begini.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari pipis. Karena kebanyakan siksa kubur berasal dari bekas pipis tersebut.” Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni.

Diriwayatkan pula oleh Al Hakim, “Kebanyakan siksa kubur gara-gara (bekas) pipis.” Sanad hadits ini shahih.

Intinya, siksa kubur kebanyakan berasal dari bekas pipis. Kenapa disiksa? Ya karena kalau dia mau shalat terus dalam keadaan belum suci, ya nggak sah dong shalatnya. Sedangkan shalat itu wajib, tiang agama. Kudu-mesti-harus dilakuin walaupun kita dalam keadaan sekarat. Selama hayat masih dikandung badan, shalat tetap wajib bagi seorang muslim.

Terus, Allah bilang di Alquran, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Itu jaminan dari Allah, lho. Masih ada keraguan dari perkataan Allah di hati kita?

Oh ya, untuk masalah wudhu. Gue pernah lihat langsung orang yang wudhu-nya masih asal-asalan. Ada yang nggak membasuh air sampai ke siku karena ribet gulung lengan bajunya yang panjang (terutama cewek), dan ada yang ngusap wajahnya sekedarnya gitu karena takut make up-nya luntur (cewek lagi). Heloow, guys! Ini mau ketemu Allah, lho. Masa lebih mentingin penampilan di depan makhluk sih dibanding Pencipta kita?

Oke, back to the question. Kenapa banyak cewek berjilbab namun sebenarnya masih suka mesum sama pacarnya?
Jawabannya simpel. Periksa thaharahnya, terutama wudhu sebelum shalat, dan shalat itu sendiri. Kalau shalat kita sudah benar (sesuai syarat yang Allah mau) insya Allah itu udah cukup untuk mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Nggak akan mau deh diajak mesum sama pacar. Hm, mungkin nggak akan mau pacaran juga kali ya.

Btw, tentang pacaran. Orang yang nggak pacaran dengan alasan agama sih biasanya bilang, kalau pacaran itu zina. Zina mata, zina telinga, zina hati, dll. Zina lah pokoknya. Terus, ada orang yang pacaran berargumen, "Emang orang yang nggak pacaran nggak bakalan zina apa? Nggak suka cuci mata ngeliatin foto doi (zina mata)? Nggak suka mikirin doi (zina hati)? Nggak suka telponan sama doi (zina telinga)? Suka, kan? Udahlah nggak usah sok suci. Hahaha.

Begitu. Gue pernah baca statement kayak gitu, wkwkwk. Dan, gue udah punya jawaban yang super nonjok dari Aufar, dia anak TI UI. Gue langsung copas aja ya jawabannya di sini.

Makanya menurut gue kalo lo sayang dan lo suka, gausah pacaran. Lo sahabatan atau deketlah apalah, tapi jangan statusnya pacaran. Why? karena status tuh ngaruh di psikologis lo. Kalo status lo berdua pacaran, believe me lo kalo mau rangkulan pelukan dkk dst rada ga takut "ah kan pacaran ini wajar." tapi kalo lo gaada status, sedeket2nya lo paling verbal/lisan doang kan ngobrol, lo mau zina fisik pasti segan atau malu krn lo gaada status. Islam gak ngelarang orang saling mencintai. Sebenernya Taaruf itu de facto nya sama aja, cuma bedanya beneran diniatin buat nikah, minta izin buat ngedeketin sama keluarganya, dan lo gak berduaan sama dia.

Dan lagi menurut pendapat gue, kenapa sih lo masih muda aja seolah2 hidup lo urusanya cinta doang? kayak hidup lo sia2 bgt dihabiskan buat urusan cinta doang? dunia tuh luas, amazing, cari pengalaman sana-sini. Daripada lo sia2in tenaga dan waktu lo buat hal yang emosi anak muda aja belom bisa handle, mending lo kembangin diri lo sebagus2nya. Ntar kl udah gede tinggal deketin nikah deh simple kan.Orang seumuran kita darahnya masih panas menggebu2, termasuk gue. There is a thin line between love and lust, dan unfortunately kita masih belom cukup dewasa untuk ngebedain itu

Jleb abis. Itulah. Pacaran ngaruh ke psikologis kita sebagai remaja. So, nggak usah pacaran! Tenang, jodoh nggak akan ke mana kok. Semoga kata-kata penutup ini bikin hati tenang.


Ya Allah, bimbing kami untuk selalu memperbaiki shalat kami, agar Kau jaga kami dari perbuatan keji. Aamiin.

Salam hangat,
Bekasi, 30 Desember 2017
00:30

Dinda Aulia Putri
#15

Ketulusan Muhammad


“Setelah itu, aku menghentikan tanyaku…” ujar Amr bin Al-Ash.

Saat mengingat Perang Shiffin, sosok Amr bin Al-Ash yang paling kuingat. Betapa tidak, arbitrase dengan mengangkat mushaf Al-Quran yang dilakukannya telah menorehkan sejarah panjang bagi umat Islam. Tapi, aku tidak suka membahas perpecahan kaum muslimin pada saat itu. Izinkan aku kembali ke titik di mana Amr bin Al-Ash baru saja disapa hidayah Islam.

Ketika itu, setelah hari Hudaibiyah yang menegangkan, Amr bersama Khalid ibn Walid dan ‘Utsman ibn Thalhah menuju Madinah menyatakan keislaman. Rasulullah ο·Ί menyambut mereka dengan penuh ketulusan dan dilayani sedemikian rupa, seakan beliau ο·Ί baru saja didatangi saudaranya yang sangat dirindukan.

Hari itu Amr merasa bahwa Sang Nabi pastilah sangat mencintainya. Itu terlihat dari bagaimana sikap dan tutur beliau ο·Ί terhadapnya. Itu juga pasti disebabkan bakat lisannya begitu rupa yang kelak bermanfaat bagi dakwah Islam. Akhirnya, Amr beranikan diri bertanya saat kudanya menjajari tunggangan Sang Nabi, “Ya Rasulallah, siapakah yang paling kaucintai?”
“Aisyah.” jawab Sang Nabi sambil tersenyum
“Maksudku, dari kalangan laki-laki.”
“Ayah Aisyah.”
“Lalu siapa lagi?”
“Umar.”
“Lalu siapa lagi?”
“Utsman.” Beliau menjawab sambil terus tersenyum.
“Setelah itu, aku menghentikan tanyaku,” kata Amr, “Aku takut namaku akan disebut paling akhir.”

Cerita ini sebenarnya terinspirasi dari Ust. Salim. Dan, izinkan aku menutup kisah ini dengan pamungkas dari beliau.

Amr tersadar, apalagi sesudah berbincang dengan Khalid dan ‘Utsman, bahwa Muhammad adalah jenis manusia yang membuat tiap-tiap jiwa merasa paling dicinta dan paling berharga. Dan itu bukan basa-basi. Muhammad tak kehilangan kejujuran saat ditanya.

Nabi itu indah dan menakjubkan memang. Tapi yang paling menarik dari dirinya adalah bahwa berada di dekatnya menjadikan setiap orang merasa istimewa, merasa berharga, merasa memesona. Dan itu semua tersaji dalam ketulusan yang utuh.

Ψ§Ω„Ω„Ω‡Ω… Ψ΅Ω„ ΩˆΨ³Ω„Ω… ΩˆΨ¨Ψ§Ψ±Ωƒ ΨΉΩ„Ω‰ Ω†Ψ¨ΩŠΩ†Ψ§ ΩˆΨ­Ψ¨ΩŠΨ¨Ω†Ψ§ Ω…Ψ­Ω…Ψ― ΩˆΨΉΩ„Ω‰ Ψ’Ω„Ω‡ ΩˆΨ΅Ψ­Ψ¨Ω‡ Ψ£Ψ¬Ω…ΨΉΩŠΩ†
Ya Allah, curahi kami rahmat-Mu agar kelak bersamanya di surga 😭


Tangsel, 1 Desember 2017/13 Rabiul Awal 1439 H

Dinda Aulia Putri

Senin Bersama Zaid


Bismillah…

Pembicaraan dosen kami Senin kemarin mengenai sahabat penulis wahyu, Zaid bin Tsabit, membuat beberapa teman-temanku baper. Andai ada Zaid jaman now, kata mereka. Pasalnya, Zaid ini menjadi sekretaris utama Rasulullah saw. di antara 40 orang sahabat terkemuka yang lain. Zaid juga memiliki hafalan yang kuat, cerdas, muda, kritis, fasih, lagi amanah. Khalifah Abu Bakar (atas saran dari Umar) memintanya untuk menghimpun Al-Qur’an dalam satu mushaf karena dikhawatirkan Al-Quran akan hilang sebagaimana banyak gugurnya para penghafal Al-Quran di medan perang. Awalnya Zaid menolak dan berkata, “Sungguh memindahkan gunung dari tempatnya lebih mudah bagiku daripada menghimpun Al-Qur’an.” Tapi setelah diyakinkan, akhirnya Zaid mengiyakan. Dan, melihat Quran yang ada di tangan kita sekarang, mari bayangkan pahala seperti apa pahala yang diperoleh Zaid atas jasanya menghimpun Al-Quran menjadi satu mushaf? Sebab Al-Quran akan terus dibaca hingga akhir zaman dan setiap hurufnya sama dengan sepuluh kebaikan. Mari bayangkan saja, biar Allah yang menghitungnya, hehe.

Sebenarnya poin pentingnya bagiku bukan ingin membahas Zaid dan bagaimana perannya dalam perjuangan bersama Rasulullah saw. Bukan di situ. Tapi, wanita seperti apakah yang menjadi istri seorang Zaid bin Tsabit? Bagaimana cara Zaid memilih calon istrinya?

Pernah kubaca cerita tentang Ummu Aiman ra. yang merupakan budak Rasulullah saw. dari Aminah yang sudah dimerdekakan. Dialah perempuan yang selalu merawat, mengasihi, dan mendampingi Nabi saw. di saat banyak orang-orang terkasihnya meninggalkan beliau saw. Pada suatu ketika Nabi saw. di hadapan para sahabatnya berkata, “Siapa di antara kalian yang ingin menikahi perempuan ahli surga? Maka nikahilah Ummu Aiman!”
Tidak lama kemudian ada suara menyahut,
“Saya, Ya Rasulallah!” seru Zaid bin Tsabit. Maka benarlah, Zaid menikahi Ummu Aiman. Dari pernikahan mereka, lahirnya Usamah bin Zaid yang cerdas, pemberani, dan amanah. Usamah sudah ditunjuk menjadi panglima perang oleh Rasulullah pada saat usianya belum genap 20 tahun. Mungkin kita berpikir, semudah itukah arti penikahan bagi seorang Zaid bin Tsabit?

Ya, mungkin memang semudah itu. Sesederhana itu. Ketika dua orang mencintai sesuatu yang sama, maka keduanya akan lebih mudah untuk saling jatuh cinta. Zaid dan Ummu Aiman sama-sama mencintai Allah, maka Allah yang menumbuhkan rasa cinta itu untuk mereka. Dan, bisa jadi ada benarnya perkataan Umar bin Khattab ini,
“Celakalah engkau! Apakah pernikahan hanya dibangun di atas cinta? Lalu di manakah takwa, tanggung jawab dan rasa malu?”


Tangsel, 28 November 2017
19:55

Dinda Aulia Putri

Why I Fell in Love with English?

Assalamualaikum...

Bismillah

Gambar penunjang
Sumber: google image

Hello!!!
Kali ini gue mau cerita tentang awal mula gue bisa suka bahasa Inggris. Sekarang sih gue teteup belum jago, yhaaa tau lah artinya good morning apaan nggak usah liat kamus juga wkwkwk.

Oke, well, gue mau cerita tentang guru bahasa Inggris gue dulu. Gue bener-bener nggak mau nyebutin nama beliau karena ingin menjaga aja. Allah juga nggak pernah kan nyebutin nama "Zulaikha" sebagai perempuan yang udah ngegoda Yusuf? Allah menjaga aib perempuan itu. Gue juga mau menjaga aib beliau karena sepertinya yang akan gue ceritakan itu tentang sakit hatinya gue dengan sikap beliau. But in the other side, beliau tetap guru buat gue.

Awalnya pas gue SMP kelas 8. Gue punya guru Inggris cukup killer. Kita sebut saja Mrs. Lolita (read: nama samaran). Mrs. Lolita ini tampangnya nggak serem banget kok, cuma ya itu, tugas-tugasnya yang serem😒. Waktu itu kita disuruh ngerjain satu buku paket full. Kalau lu mau tau buku yang mana, nih gue kasih gambarnya.


Then, tugasnya itu kita disuruh translate every single task on this book, setiap cerita dan pertanyaan dijawab semua plus di-translate ke bahasa Indonesia, kalau ada kolom-kolom tugas semuanya diisi (translate nggak pernah ketinggalan), ada catatan grammar dicatet di buku catetan dan pake disuruh dihias-hias segala bukunya. Buku catetan gue tuh kayak seragamnya anak sekolah baru lulus UN, penuh warna #lol.

Yha begitulah, gue tuh kayak mindahin isi buku paket itu ke buku gue plus terjemahannya. Ditambah lagi, ada hapalannya juga, vroh! Gue masih inget dikit apa yang dihapalin waktu itu,
"John and James are two friends who were crossing to a forest...blablabla...James fell to the ground and pretended to be dead...."
Mungkin ada anak Hastalavista'13 yang masih inget? HahahaπŸ˜‚. Oh ya, ada tugas disuruh nyanyi juga. Katanya sih pronunciation-nya harus bener. Btw, gue pilih lagu The Day You Went Away by M2M. Gue tau suara gue pas-pasan, jadi ya gitulah you know hahaha.

Mungkin gue lebay soalnya tugas-tugas kids jaman now juga berat-berat wkwk. Masalah gue sih bukan di situ, tapi waktu pembagian rapot dan gue liat nilai bahasa Inggris gue. Gue lupa sih persisnya KKM waktu itu berapa, oke anggep aja 77. Nah, KKM-nya 77 dan nilai gue 78. YA ALLAH YA RAHMAN YA RAHIM, CUMA SELISIH SATU! MASHA ALLAH, UKHTIIII 😰.

Rasanya tuh gue pengen ngomong gini di depan Mrs. Lolita,
"SETIDAKNYA DIRIKU PERNAH BERJUAAANG. MESKI TAK PERNAH TERNILAI DI MATAMU." #lahbaper
Sumpah baper banget. Maklum lah gue anaknya ambis banget waktu itu, soalnya SMP gue termasuk favorit dan isinya juga anak-anak ambis. Sekarang mah udah lelah wkwkwk:"). Hm, gue nggak ngerti gue salahnya di mana. Apa gue sebodoh itu? Apa jangan-jangan nilai UAS gue nol? Hahaha yakali, nggak bakal juga sekalipun gue ngasal semuanya. Dan sungguh pada akhirnya gue tetep dapet pelajaran berharga: skill translate bahasa Inggris gue "agak" terasah dan tau caranya bersabar meski sudah dikecewakan. #bododin #baperlagi

Nah, itulah cerita lama gue tentang guru bahasa Inggris yang sungguh emejing! Dan, gue sekarang mau cerita tentang doi (ciyaelah doi mane). Gue pernah suka sama cowok, dia lumayan lah bahasa Inggrisnya. Dia pernah les English di salah satu lembaga yang cukup terkenal. Nggak mau sebut merek ah gue!πŸ™Š wkwkwk. Ya gue suka pasti stalking-stalking lah, everybody does. Terus kadang juga chattan. Gue pernah sok-sokan pake bahasa Inggris geto kan, biar keliatan "keren" hahaha. Eh taunya, salah lagiπŸ˜‚. Dia koreksi grammar gue waktu itu. Sumpah demi apa pun maloeee gaiiis! πŸ™ˆ. Mau jungkir balik rasanya gue! Soalnya kita jarang chattan gitu dah. Kadang-kadang aja. Dan setiap kali chattan gue pasti seneng banget wkwkwkwk. Betapa alaynya gue!😭. Indonesiah ini penuh dengan master grammar yang jarang speak up in English, yang seringnya bikin orang yang mau belajar bahasa Inggris jadi down duluan dengan komentar-komentar mereka. Untungnya waktu itu dia ngasitau gue pake becandaan gitu jadinya gue nggak baper, tapi tetep malu, fix! Gue nggak down, justru semangat gue buat bisa bahasa Inggris jadi meluap-luap sejak saat itu. Terima kasih atas inspirasinya! Walau sekarang aku telah melupakanmu! Hahaha.

Pada akhirnya gue mengerti, gue harus bisa bahasa Inggris bukan supaya nilai gue nggak KKM ataupun supaya nggak malu waktu chattan sama dia, tapi gue harus bisa bahasa Inggris untuk diri gue sendiri! Untuk membanggakan orang tua gue dan kelak gue pun akan jadi orang tua! Dan untuk mimpi-mimpi yang belum tuntas!

Maaf kalau ceritanya biasa aja. Gue hanya ingin mengabadikan cerita itu di sini. Setidaknya dengan kita menuliskan sesuatu, sesuatu itu akan abadi.

Pamulang, 21 September 2017 / 1 Muharram 1439 H
22.40

Dinda A. Putri

Benarkah Cinta itu Anugerah?

Assalamualaikum :)

Halo, aku mau posting tulisanku yang udah lamaaaa banget dari diary-ku. Style tulisanku waktu itu agak beda kalau sama yang sekarang. Ada mesra-mesranya gitu, soalnya masih jatuh cinta sama seseorang yang dulu, hehe.

Topik tulisan ini juga tentang cinta sih, karena kayaknya aku juga lagi jatuh cinta πŸ˜†. Eh gak deh! Aku kagum ajaaaa sama seseorang. Entah kenapa waktu aku cari tau tentang dia, aku kayak ngeliat diri aku sendiri. Semua yang dia suka, aku juga suka. Sampe kebiasaannya waktu kecil, itu juga sama kayak aku, hehehehe. Ah, nggak tau juga deh. Apa aku aja yang lagi nyama-nyamain diri aku sama dia, atau emang itu benar kenyataannya. Bodo amat.

That's what I wrote since several years ago. Here you go!

Bismillah...

Hari ini aku mau membahas tentang cinta. Tadi aku tanya teman-temanku di ask.fm pake anon. Aku menanyakan mereka "apa arti cinta menurut kamu?". Jawabannya macam-macam.

Tapi yang paling aku ingat, definisi cinta menurut dia. Baginya "cinta itu anugerah".

Oke, aku mau bahas tentang definisi cinta menurut dia aja. Sangat singkat. Tapi selama ini aku berusaha memahami dia. Ini uraian dari pemahamanku itu.


Cinta itu tak terdefinisi...
Cinta selalu tentang keindahan yg berupa anugerah. Anugerah itu banyak macamnya: ada kecantikan, kecerdasan, kesederhanaan, pengorbanan, kekuasaan.

Jika cinta hanya sebatas kecantikan. Mungkin ia hanya layak didapatkan wanita sekelas bidadari surga. Tapi kenapa Shahabiyah seperti Sumayyah bint Khalaf jua pernah merasakannya?

Jika cinta hanya sebatas kecerdasan. Mungkin  'Aisyah bint Ash-Shiddiq yg bisa  memerolehnya.

Jika cinta adalah tentang kesederhanaan. Mungkin hanya Fathimah bint Muhammad Rasulullah saw. yang bisa tahu seperti apa rupanya.

Jika cinta itu pengorbanan. Kurasa, Sa'udah bint Zam'ah sudah sangat mengenalnya.

Jika cinta seluas kekuasaan. Kutahu Ratu Balqis yang paling mengerti bagaimana ia.


Ah, menurutnya, cinta itu anugerah. Tapi, anugerah yang seperti apa ia?



Andai kutanya pada Bilal ibn Rabah, mungkin beliau akan menjawab, "Suara. Karena suara adalah wujud nyata dari panggilan cinta. Mengajak para hamba untuk menemui Rabb-nya dgn segera."

Lalu bagaimana menurut Abdullah ibn Ummi Maktum? Mungkin beliau akan menjawab, "Mata. Sebab anugerah itu datang pada saat semua terasa gulita. 'Abasa wa tawallaa...' Setelah itu Rasul menyapa mesra: "Selamat datang wahai seseorang yg telah membuat Allah menegur Rasul-Nya."

Ada lagi, menurut Nabi Yusuf a.s., "Anugerah itu ketika aku berkata pada Rabb-ku bahwa penjara lebih aku sukai daripada menuruti keinginan hawa nafsuku sendiri."

Dst.

Yang aku tahu, cinta itu tentang keikhlasan. Bahwa semua yang kau miliki pada hakikatnya bukanlah milikmu. Bahkan dirimu sendiri pun bukanlah milikmu. Apa lagi yang belum pernah kau miliki sama sekali. Suatu saat, kau harus merelakannya untuk kembali kepada Pemilik Sejatinya.

Seperti bisikan Jibril pada Muhammad:
"...Cintailah siapa saja yang kau inginkan. Tapi ingat, kau pasti akan berpisah dengannya..."
Setidaknya sampai Allah mempertemukan lagi di taman surga.


Bekasi, 14 Maret 2014
8.02 PM


Dinda A. Putri

WHAT IS THE DEFINITION OF LOVE?

Bismillah...

Assalamualaikum, Gan en Sis...
Entah kenapa pagi ini gue lagi ingin membahas tentang cinta dari sudut pandang yang berbeda. Tadi gue baru aja dengerin yutub ceramahnya Ust. Hanan Attaki, gimana caranya supaya viral di langit? Jadi selebgram langit gituh. Jawabannya adalah cinta.


Ah, gue mau jalan-jalan dulu. Gak mau langsung to the point. Ketika denger itu, gue langsung inget hadis dari 'Umar.

“Ya Rasulullah”, kata Umar perlahan, “Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri.”

Rasulullah tersenyum. “Tidak wahai Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri dan keluargamu.”

“Ya Rasulullah”, kata Umar, “Mulai saat ini engkau lebih kucintai daripada apapun di dunia ini.”

“Nah, begitulah wahai Umar.”

Pertama kali baca hadis ini, respon gue, "Secepat itukah? Semudah itukah menata hati dan mengarahkan cinta?"

Hadis yang menurut gue serupa gue dengerin barusan di ceramah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Apabila Allah mencintai hamba, maka Jibril memanggil,
"Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia." Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril memanggil penghuni langit, "Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia." Maka penghuni langit pun mencintainya, kemudian di bumi ia menjadi orang yang diterima." (Hadits ditakhrij oleh Bukhari). 

Lah, ini juga gampang bener ya Jibril tuh buat cinta? Jadi muncullah pertanyaan lama yang pengen gue kubur dalem-dalem itu muncul lagi.

"WHAT IS LOVE?"

Apa itu cinta? Ketika makhluk-makhluk pilihan Allah sebegitu mudahnya menata hati dan mengubah cinta.

Setelah gue telusuri dan pikirkan dalam-dalam, ternyata jawabannya sangat sederhana. Gue berkaca ke diri gue sendiri, sebenarnya bagaimana selama ini gue ketika mencintai sesuatu? So, ini jawaban gue, mungkin sangat subjektif tapi bodo amat inilah jawaban gue.

"Cinta itu mencintai yang dicintai sang kecintaan."

Oke, ribet ya bahasa gue? Selama ini tuh diri gue ketika cinta atau suka sama sesuatu, gue selalu excited sama segala sesuatu yang doi suka. Hahaha.

Contoh simpelnya, gue gak suka olahraga. Tapi doi gue tuh suka banget olahraga. Hampir semua jenis olahraga dia suka. Terus ya, dia juga suka banget pake brand Nike.


(untuk pihak Nike, segera transfer jasa endorse-nya ya) #DindaSehatKok

Yoii, dia suka banget tuh pake brand Nike. Sepatu, jaket, kaos, dsb dsb. Banyak dah. Heleh sampe gue baper sendiri ke Nike. Tadinya gue masih bingung pilih #TimNike atau #TimAdidas HAHAHA. Sejak gue kesemsem sama dia, gue memutuskan pilih #TimNike.

Waktu gue, nyokap, kakak, dan adek gue ke SMB aje, gue baper banget liat logo Nike yang kayak gini ✔ HAHAHA. Liat logonya aja baper loh. Oke gue gapapa :")

Nah sampe situ aja gue ceritanya. Jadi cinta tuh mencintai yang dicintai sang kecintaaan. Dia suka, gue juga suka. Dia benci, gue juga bisa benci. Semua gue pandang pake relativitas dia. Kalo ada yang benci dia, gue gak peduli alias bodo amat. Kalo ada yang suka dia, kita bisa seru-seruan bareng ngomongin doi. Ahahahaha.

Back to Umar and Jibril. Kalo udah begini liatnya jadi simpel banget kan?

Umar mencintai Rasulullah melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Misal ketika Rasulullah cinta sama sesuatu, otomatis tuh (gak pake upgrade lagi) Umar juga langsung cinta juga, walaupun mungkin sebelumnya Umar b aja sama sesuatu itu.

Jibril juga neh. Awalnya kan si Fulan itu melakukan segala sesuatu yg Allah cintai dan meninggalkan segala yang Allah benci hingga Allah mencintainya. Ketika Allah sudah mencintainya, Allah menyuruh Jibril mencintai si Fulan. Jibril langsung nurut dong, wong malaikat mah gak banyak membantah kayak manusia, argumen/debat doang digedein, amal mah seadanya. Sedih gue 😒. Nah, Jibril kan langsung cinta tuh. Setelah itu Jibril ngomongin tentang si Fulan yang dicintai Allah ke geng-nya macem Mikail, Izrail, Israfil dll, malaikat-malaikat utama. Akhirnya seluruh anggota geng Jibril mencintai si Fulan. Nyebar lagi tuh dari seluruh anggota geng Jibril ke seluruh penghuni langit, bahwa Allah mencintai si Fulan. Dan seluruh penghuni langit pun mencintainya.

Waduh, kalo gini caranya kan jadi viral deh si Fulan itu di langit? Jadi selebgram dong di langit ya?

Yaa begitulah. . . Cinta itu mencintai yang dicintai sang kecintaan dan memandang segala sesuatu dari sudut pandang si dia.

Mari berdoa seperti doanya Nabi Daud 'alaihissalam.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu,
dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu,
dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarkanku kepada cinta-Mu.

Aamiin Allahumma Aamiin

Btw, gue ambil gambar-gambar di atas dari pinterest dan we heart it :)

Bekasi, 8 Juni 2017


Dinda A. Putri