Search

Ciptakan Sejarahmu Sendiri


Pada usiaku yang otw dua dekade ini, aku jadi teringat pada cucu dari Stephen R. Covey bernama Shannon. Dia "berhasrat" mengabdikan hidupnya untuk anak-anak yatim Rumania. Shannon pernah bercerita ketika seorang anak kecil yang sedang sakit memuntahinya, kemudian dia mengulurkan tangan untuk dipeluk. Seketika itu juga dalam hati Shannon memutuskan, "Aku tidak mau menjalani kehidupan yang egois lagi. Aku harus membaktikan hidup untuk menolong sesama."

Juga, kata Ust. Salim, Remaja adalah sebuah musim di mana semua karakter bisa tumbuh, berakar dan mekar... Idealisme tinggi, dinamis, gejolak, sekaligus pendobrak.

Kemudian, tiba-tiba saja hal-hal hebat yang telah digoreskan oleh para pemuda dalam sejarah berputar random dalam otak.
* Bagaimana pada Ashabul Kahfi harus lari dan bersembunyi dalam menghadapi kejinya tirani.
* Bagaimana "penculikan" golongan tua oleh golongan muda ke Rengasdengklok menjelang kemerdekaan negeri ini harus terjadi.
* Bagaimana rezim militer yang bercokol lebih dari 30 tahun di 1998, bisa runtuh karena dorongan semangat muda untuk reformasi.
Dst.

Lalu aku bertanya pada diri, apa saja yang kamu sudah perbuat untuk hidup ini dan kematianmu nanti?
Di saat banyak anak muda sudah mencari pengalaman hingga melintasi benua, kamu masih sibuk galauin si dia?
Di saat banyak anak muda yang punya visi mencerdaskan bangsa dengan memaksimalkan segala potensi yang mereka bisa, kamu masih melakoni drama yang kamu tahu akhirnya sia-sia?

Ah, otak ini cuma mau bilang ke diri sendiri. Kamu, harus bisa menentukan prioritas dan ciptakanlah sejarahmu sendiri.


Pamulang, 6 Desember 2017


Dinda Aulia Putri

0 comments:

Post a Comment