Search

Merasa Dimanfaatkan? Mari Beryukur!


Kalau orang baik sama kita, segani. Jangan malah dimanfaatin, Karena kemungkinan besar mereka baik, tapi tidak bodoh.

Kutipan itu aku dapat dari OA galau di Line. Atau sejenis umpatan yang isinya kekesalan karena merasa dimanfaatkan sama teman sendiri, yang akan meninggalkan dia ketika sudah tidak butuh lagi.

Aku bertanya, ada apa dengan orang-orang ini?

Ketika ditanya apa cita-citanya, kebanyakan menjawab.

"Ingin jadi orang yang bermanfaat."

Lalu ketika ada teman yang mengambil manfaat dari dirinya, dia merasa dimanfaatkan, kesal, ngatain dateng pas butuh doang, dsb.

Bukankah Allah sudah mewujudkan cita-citanya untuk jadi orang yang bermanfaat? Yaa meskipun masih dalam skala kecil. Dan, bukankah sesuatu yang besar selalu berasal dari yang kecil dulu? Bukankah perjalanan seribu kilometer itu selalu dimulai dari langkah pertama?

Sejujurnya ini catatan untuk diriku sendiri yang suka kesal gara-gara ada teman yang datang pas butuhnya aja terus tiba-tiba hilang tanpa bekas. Nggak ada pedulinya sama aku kalau aku lagi susah. Dari situ aku jadi belajar untuk selalu minta ke Allah aja. Minta jalan keluar ke Allah. Minta solusi hanya ke Allah. Minta segala sesuatunya cuma ke Allah. Alhamdulillah... Segala puji bagi Allah yang mendatangkan dan menghilangkan orang-orang dari hidup seorang hamba-Nya sebab Dia ingin hamba itu hanya bergantung pada Dia.


Back to the quotes. Orang baik harus disegani? Menurutku sih tanpa perlu diminta, orang baik itu pasti disegani. Sebab aura kebaikan itu memancar dari dalam dirinya yang bikin orang-orang segan untuk berbuat buruk kepadanya.

Orang baik itu tidak bodoh? Ah, sebenarnya tidak ada makhluk yang bodoh. Semuanya unggul pada kualitas pribadinya masing-masing. Itu seperti quote dari Albert Einstein, "Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid."
Artinya, "Setiap orang itu jenius. Tapi jika kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ia akan hidup selamanya dengan menganggap dirinya bodoh."

Jadi, setiap orang itu udah punya kapabilitasnya masing-masing untuk menjalani peran hidupnya di dunia ini. Kebanyakan orang mengatakan punya cita-cita yang menyenangkan itu sama dengan mengikuti passion. Tapi jangan hanya bicara tentang passion, sebab ada yang lebih penting dari itu, yaitu:

Menjadi orang yang bermanfaat!


"...Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi.." (Ar-Ra’d:  17)


Di Lantai 5 Asrama Putri
Pamulang, 31 Juli 2017


Dinda A. Putri

0 comments:

Post a Comment